13 Juni 2009 pasti menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu oleh siswa-siswi kelas 3 SMA di seluruh Indonesia. Hari itu adalah hari penentuan nasib mereka setelah berjuang memeras otak menghadapi Ujian Nasional. Ya hari itu adalah hari pengumuman kelulusan.
Bagi yang lulus, hari itu mungkin akan menjadi hari yang sangat indah. Konvoi sepeda motor, corat-coret baju seragam dan berpesta adalah hal yang akan dilakukan mereka. Lalu bagaimana yang nggak lulus? Mungkin mereka akan menangis dan mengutuki kegagalan mereka, atau mungkin juga ikut berpesta dengan alasan untuk mengobati kekecewaaan.
Lalu apa yang mereka lakukan setelah pesta itu usai? Bagi yang punya minat dan juga modal masuk kuliah mungkin menjadi pilihan utama. Lalu sisanya yang nggak kuliah kemana? Kerja, itulah biasanya jawaban mereka.
Tapi apakah pekerjaan itu ada? lagi….
Filed under: opini , lowongan kerja, lulusan SMA, pengangguran, ujian nasional

Prita Mulyasari, seorang ibu rumah tangga berusia 32 tahun dengan 2 anak yang masih balita. Dia ditahan karena mengeluhkan pelayanan di RS Omni Internasional via email kepada beberapa temannya.
Dia dianggap melanggar Pasal 27 ayat (3) UU ITE yang bunyinya “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”
ayo dukung Prita
Filed under: opini , dukungan, Prita Mulyasari, uuite

Akhir-akhir ini wacana ngeblog dengan hati cukup gencar dibicarakan, apalagi setelah Ndorokakung menerbitkan bukunya yang berjudul “Ngeblog dengan hati”. Sebuah wacana yang menarik. “Ah, hari gini ngeblog dengan hati mah udah basi” begitu yang sering saya dengar dari kawan-kawan blogger.
Blog memang telah mengalami pergeseran fungsi atau pandangan. Kalau dulu blog diidentikkan dengan diary, catatan harian dan hal-hal yang berbau personal, sekarang blog telah berubah menjadi ajang persaingan traffic, pagerank, dan bahkan rebutan cari duit. Ngeblog dengan hati dianggap sudah nggak relevan lagi dengan atmosfer blogosfer sekarang.
Saya dulu juga sempat terjebak dengan pola pikir pragmatis seperti itu. Blog saya isi dengan postingan-postingan yang “menggoda”. Pokoknya yang penting traffik blog meningkat. Isi postingan saban hari cuma berisi tentang baca lagi
Filed under: opini , blog, internet
Apakah anda tahu sebuah lagu lama yang berjudul “Wanita dijajah pria”. Lagu itu dulu sempat populer kala dibawakan oleh Titik Puspa. Sebuah lagu yang seolah melegitimasi kalau wanita itu memang posisinya “dibawah” pria dalam ranah kehidupan. Kalau kata orang jawa “ke surga ikut, ke neraka ikut”.
Buat yang ngerasa wanita, harap jangan terprovokasi dulu dengan tulisan diatas. Kalau dipikir-pikir, wanita juga hebat kok. Ada beberapa hal yang bisa membuktikan kalau wanita ituh hebat. mana buktinya??
Filed under: opini , blog, iseng, kromosom, wanita

“Ngeblog buat apa to? cuma ngabisin waktu untuk kegiatan yang ndak berguna” begitu kata teman saya.
Saya agak tersentak dengan statemen dia yang melihat hobi saya sebagai sesuatu yang nggak penting, menghabiskan waktu untuk kegiatan yang sia-sia. Saya serba salah ditodong pernyataan kayak gitu.
Memang sih wajar kalau teman saya bilang gitu. Soalnya kegiatan ngeblog itu menurut dia sama sekali nggak asik, nggak gaul dan membosankan. Lain dengan hobinya yang chattingan, atau main game online. “Lebih asyik dan gaul” kata dia.
Ngeblog memang lanjutkan
Filed under: opini , blog, chat, facebook
Kedengarannya nggak masuk akal, apa hubungannya hidup damai sama facebook? bukankah ada facebook hidup juga bisa damai? bukankah facebook juga bisa jadi alat penyebar kedamaian?
Tenang dulu para jamah fesbukiyah, ini bukanlah ekspresi kebencian saya pada facebook atau hasutan untuk meninggalkan facebook. Tidak sama sekali! Saya menulis ini setelah mengalami apa yang saya sebut dengan retmor
Filed under: opini , blog, cerita, facebook, gila, internet, iseng, kehidupan, wordpress